MENILIK KINERJA BUMN Tbk
Kenaikan laba bersih emiten BUMN tambang tidak terlepas dari naiknya harga jual rata-rata alias average selling price (ASP). Misalkan, harga jual rerata logam timah pada semester pertama 2022 sebesar US$ 41.110 per metrik ton atau melonjak 48% secara tahunan.
Di sisi lain, kinerja emiten BUMN yang berkaitan dengan sektor konstruksi masih bervariasi. Ada yang mencatatkan pertumbuhan laba, penurunan laba, maupun pertumbuhan laba yang konservatif.
Sementara itu, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) membukukan laba bersih Rp 828,76 miliar di enam bulan pertama 2022. Realisasi ini naik 4,36% dari laba bersih yang dibukukan di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 794,12 miliar
Kondisi kinerja BUMN sampai dengan akhir tahun ini diperkirakan masih akan bervariasi. Perusahaan negara yang berbasis komoditi diperkirakan masih akan bertumbuh dikaitkan dengan situasi geopolitik internasional yang masih tidak menentu. Kalau Pemerintah mampu menjaga stabilitas sosial – politik dalam suasana tekanan ekonomi yang mulai meningkat saat ini, maka itu bisa menjadi katalis positif. Di samping itu perlu dijaga harmonisasi kebijakan yang solid dan tidak membingungkan pelaku usaha, seperti kasus larangan ekspor sawit beberapa waktu lalu.
Harapan makin banyaknya BUMN menjadi perusahaan terbuka perlu segera direalisasikan. Dalam beberapa tahun terakhir relatif hanya anak BUMN saja yang go public. Padahal pasar modal juga menunggu IPO jumbo dari BUMN yang punya prospek bagus. Semoga harapan ini bisa direalisasikan dalam waktu secepatnya.
Toto Pranoto -Dewan Pakar BUMN INC

