Optimisme Subholding Sarana Infrastruktur Krakatau Steel Capai Laba Rp1,1 triliun di Akhir Tahun
BUMNINC.COM I Dalam rangka memperkenalkan Subholding Sarana Infrastruktur Krakatau Steel, Wakil Menteri (Wamen) BUMN I, Pahala N. Mansury melakukan kunjungan ke PT Krakatau Steel (Persero) Tbk di Cilegon.
Kunjungan ini juga diikuti oleh investor strategis diantaranya Indonesia Investment Authority (INA) dan PT Taspen (Persero), serta Wakil Direktur Utama INA Arif Budiman dan Direktur Investasi PT Taspen (Persero) Roni Hanityo Aprianto.
Subholding Sarana Infrastruktur Krakatau Steel ini terdiri dari dari anak-anak perusahaan Krakatau Steel yaitu PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (PT KIEC) dengan aset kawasan industri seluas 625 hektar, PT Krakatau Bandar Samudera (PT KBS) dengan fasilitas pelabuhan dan logistik yang terdiri dari 17 jetty dengan total kapasitas 25 juta ton per tahun, PT Krakatau Tirta Industri (PT KTI) penyedia air industri sebesar 4.000 liter per detik, serta PT Krakatau Daya Listrik (PT KDL) yang memiliki pembangkit listrik dengan kapasitas 120 MW.
Pahala mengatakan bahwa melalui optimalisasi aset yang dimiliki, masih ada banyak potensi yang bisa dikembangkan oleh Subholding Sarana Infrastruktur Krakatau Steel ini.
Kawasan Industri Krakatau Steel di Cilegon yang terdiri dari banyak produsen intermediary product maupun high value added product dapat menjadi peluang bagi Subholding Sarana Infrastruktur Krakatau Steel untuk mengembangkan bisnisnya.
