Optimisme Subholding Sarana Infrastruktur Krakatau Steel Capai Laba Rp1,1 triliun di Akhir Tahun
Menurut Pahala, “Semoga dengan kemitraan bersama INA dan Taspen, pengembangan kawasan industri terintegrasi melalui Subholding Sarana Infrastruktur Krakatau Steel ini dapat turut mendukung rencana pengembangan dan transformasi di Krakatau Steel, serta dapat mendukung ketahanan industri manufaktur untuk kemajuan industri baja nasional ke depannya.”
Sementara itu, Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim mengatakan bahwa kinerja dari keempat anak perusahaan yang tergabung dalam Subholding Sarana Infrastruktur Krakatau Steel ini mencatatkan penjualan sebesar Rp2,4 triliun dengan laba bersih sebesar Rp420 miliar di tahun 2020.
Selain itu, EBITDA margin Subholding Sarana Infrastruktur Krakatau Steel mencapai sekitar 30 persen di tahun 2020, di mana EBITDA margin tersebut lebih tinggi dua kali lipat dibandingkan rata-rata industri yaitu sebesar 15 persen.
Selanjutnya, Subholding Sarana Infrastruktur Krakatau Steel hingga April 2021 membukukan laba bersih dan EBITDA masing-masing sebesar Rp153,3 miliar dan Rp 344,6 miliar. Pencapaian tersebut melebihi target laba bersih dan EBITDA hingga April 2021 yaitu masing-masing sebesar Rp103,6 miliar dan Rp305,1 miliar.

