Pengamat BUMN Paparkan Alternatif Perbaiki Kinerja di Sektor Karya
BUMNINC.COM | Tahun 2020 menjadi momok bagi banyak perusahaan di berbagai sektor. Pasalnya, tahun tersebut beberapa perusahaan mengalami kerugian yang cukup signifikan dengan pendapatan yang menyusut dan lilitan utang yanag relatif tinggi.
Kondisi tersebut, tidak lepas menjerat perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor karya yang menjadi sorotan. Lantaran, kinerja keuangan yang juga anjlok di tahun tersebut.
Untuk contoh, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) pada tahun lalu meraih pendapatan Rp 16,53 triliun, anjlok 39,23 persen dari tahun sebelumnya. Laba bersih WIKA pun turun signifikan hingga 91,87 persen menjadi Rp 185,77 miliar.
Jumlah liabilitas jangka pendek WIKA naik menjadi Rp 44,16 triliun dari Rp 30,34 triliun pada 2019. Meski jumlah liabilitas jangka panjang WIKA mengalami penurunan, namun total liabilitas WIKA menanjak jadi Rp 51,45 triliun dari tahun 2019 yang sebesar Rp 42,89 triliun.
Tak jauh beda, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencatatkan penurunan laba bersih yang signifikan hingga 96,39 persen. ADHI membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 23,97 miliar sepanjang tahun lalu.

Kinerja BUMN Karya Tahun 2020
Jumlah liabilitas ADHI pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp 32,51 triliun, naik 9,53 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 29,68 triliun. Liabilitas jangka pendek ADHI per tahun lalu senilai Rp 27,06 triliun, sedangkan liabilitas jangka panjang sebesar Rp 5,44 triliun.
