Pengamat BUMN Paparkan Alternatif Perbaiki Kinerja di Sektor Karya
Kondisi lebih tragis dialami oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Mampu mencetak laba sebesar Rp 938,14 miliar pada tahun 2019, WSKT berbalik menderita kerugian hingga Rp 7,38 triliun pada 2020.
Liabilitas jangka pendek WSKT meningkat jadi Rp 48,23 triliun pada 2020 dari sebelumnya Rp 45,02 triliun. Meski total liabilitas menurun dari Rp 93,47 triliun pada 2019 menjadi Rp 89,01 triliun pada 2020, namun bertambahnya jumlah ruas tol milik Waskita yang beroperasi justru menambah beban pinjaman yang mencapai Rp 4,74 triliun atau melonjak 31 persen secara tahunan.
Peneliti BUMN Research Group Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Toto Pranoto mengungkapkan, beberapa alternatif yang bisa dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang merugi di sektor karya tersebut.
Ia mengungkapkan, beberap diantaranya adalah penerbitan obligasi, kredit perbankan, atau meningkatkan pembiayaan dari aspek equitas.
“Misalnya kita sudah mulai meresmikan Sovereign Wealth Fund (SWF). Siapa tahu nanti sudah ada projek yang sudah bisa diambil dari institusi ini, sehingga bisa meringankan beban debit dari Waskita Karya contohnya,” kata Toto Pranoto yang juga menjadi Dewan Pakar BUMNINC.COM, dalam paparanya melalui siaran langsung via Youtube, Rabu (28/4/2021).
Toto pun melanjutkan, BUMN karya telah menunjukkan perbaikan, berkaca pada beberapa bulan belakang, Waskita Karya telah melakukan divestasi dengan investasi dari Hongkong. Menurutnya, hal itu bisa dilihat masih ada ketertarikan dari investor luar negeri, untuk sebagian ruas jalan yang prospektif.
Ia mengharapkan, kedepan saat kondisi membaik, dimana vaksinasi dapat mendorong mobilitas manusia dan ekonomi kembali normal, aktivitas divestasi akan berjalan lebih lancar.
“Karena memang ini merupakan darah baru bagi waskita untuk dapat bergerak lebih cepat lagi,” ungkapnya.
Selain itu, ia menjelaskan, situasi yang paling penting buat perusahaan sektor karya, terutama Waskita Karya adalah strategi portofolionya harus bagus.
