Pindad Ditunjuk Jadi Lead Integrator Konsorsium Proyek Tank Boat
BUMNINC.COM, PT Pindad (Persero) ditunjuk sebagai Lead Integrator Konsorsium proyek Tank Boat yang diberi nama Antasena. Spesifikasi Antasena memiliki panjang 18,75 meter dan lebar 6,10 meter, yang memiliki kapasitas kecepatan 40 knots, yang dilengkapi kekuatan 2×1.700 tenaga kuda.
Berdasarkan spesifikasinya, kapal dua lunas (Catamaran) ini dan dapat menampung lima orang awak buah kapal (ABK) dan 20 orang pasukan bersenjata lengkap. Tank Boat dibekali sepasang mesin diesel buatan MAN berdaya 1.200 hp yang mampu melaju dengan kecepatan penuh 40 knot (74 km/jam). Jangkauan operasinya hingga sejauh 2.000 mil (3.218 km).
Kendaraan tempur berkonsep Tank Boat Antasena APC-30, ada variasi tank boat rudal dan tank boat kaliber 105 mm. Selain itu, Pindad juga ditunjuk sebagai penyedia sistem senjata serta pengintegrasian sistem senjata untuk Tank Boat tersebut.
Sementara itu PT Lundin Industry Invest, ditunjuk sebagai penyedia platform kapal (mesin, sistem, dan elektrikal). Kemudian PT Len Industri sebagai pembuat alat komunikasi dan PT Hariff Daya Tunggal Engineering dipercaya untuk penyedia BMS (Battlefield Management System).
Realitas permintaan kebutuhan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI memang terbatas. Hal itu menjadikan Pindad berbeda dengan pabrikan otomotif swasta yang bisa merakit mobil dalam jumlah ribuan dalam sebulan.
“Rantis Anoa belum mencapai 1.000 (unit), padahal sudah berjalan 10 tahun. Ini ciri khas indhan, volume kebutuhan kecil,” kata Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad Ade Bagdja, Rabu (26/8).
Meski begitu, lanjut Ade, pembangunan industri pertahanan (indhan) harus terus dirintis secara berkelanjutan, misalnya diseting bertahap untuk 20 tahun. Karena itu, kalau beda pemerintah beda kebijakan maka indhan tidak bakal bisa bersaing.
“Pembangunan indhan harus bertahap. Lima tahun saja berubah, kita kerepotan. harusnya memang 20 tahun,” pungkas Ade.
