PLN Gunakan Kendaraan Listrik Untuk Capai Nol Emisi Karbon
“Ini adalah bukti komitmen kami mendukung transisi energi dari kendaraan berbasis bahan bakar minyak ke listrik. Telah dimulai dengan semua unit PLN menggunakan EV sebagai kendaraan operasional dan kendaraan dinas. Bahkan seluruh direksi PLN juga sudah menggunakan mobil listrik sebagai kendaraan dinas. Hal ini sejalan dengan inisiasi oleh Pemerintah guna mengurangi emisi karbon dan polusi udara melalui penggunaan EV,” kata Gregorius.
Untuk mendukung tujuan itu, PLN juga membuat program konversi motor listrik bagi pegawai PLN Pusat. Sebanyak 50 motor berbahan bakar minyak milik pegawai yang mendaftar pertama akan dikonversi menjadi motor listrik secara gratis.
Gregorius menjelaskan ketentuan bagi penerima bantuan program tersebut adalah motor dengan kapasitas mesin 110 hingga 160 cc, dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang masih berlaku, serta lokasi motor berada di Jabodetabek.
Dia mengatakan PLN mendorong pembangunan infrastruktur kendaraan listrik di mana saat ini sudah terdapat lebih dari 600 stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), lebih dari 1.400 stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU), serta lebih dari 9.000 stasiun pengisian listrik umum (SPLU) yang tersebar di Indonesia.
“PLN sudah menyediakan infrastruktur yang memadai, kami sebagai penggerak harus memberikan contoh nyata juga, salah satunya menggunakan EV, sehingga masyarakat tidak ragu untuk beralih menggunakan EV,” pungkas Gregorius.

