Quick Wins Maneuver PT LEN Ditengah Badai Pandemi
BUMNINC.COM, PT Len Industri (Persero) merevisi target atau Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) dari semula menagetkan capaian pendapatan sebesar Rp5,7 triliun direvisi menjadi Rp4,2 triliun atau turunkan target pendapatan 26 persen. Penyesuaian RKAP tersebut dilakukan lantaran sejumlah kontrak yang semula akan dilakukan tahun ini harus tertunda akibat pandemi Covid-19.
“Tahun lalu Len berhasil membukukan pendapatan Rp4,2 triliun. Tahun ini memang tidak mudah dan banyak penyesuaian, sehingga 2020 ini kami ingin fokus mempertahankan pencapaian tahun lalu,” jelas Direktur Utama Len Industri Zakky Gamal Yasin, Rabu (19/8/2020).
Berdasarkan data yang dipaparkan Zakky, selain bergantung pada proyek carry over, tahun ini Len Industri juga telah mengantongi sejumlah proyek baru. Proyek-proyek baru tersebut antara lain perbaikan Sista Meriam Komposit TD2000, Modernisasi Kapal Multi Role Light Frigate (MRLF), perbaikan Simulator ATNP Kolat Armada dan Simulator NFS Kolat Armada, pengadaan Alkom dan Intercomm, dan proyek Joint Production Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) jenis Medium Altitude Long Endurance (MALE).
Di bidang non-pertahanan, lanjut dia, perusahaan juga telah mengantongi proyek-proyek baru, seperti proyek Jaringan Gas (Jargas) Rumah Tangga Serang 6111SR, Penerangan Jalan Umum (PJU), proyek Managed Service Partner BRIBox. Selain itu, proyek persinyalan dan Telekomunikasi (Sintel) jalur Makassar – Parepare, jalur Bogor – Cicurug, dan jalur Kedundang – New Yogyakarta International Airport (NYIA), pemelliharaan Radar Cuaca dan Sistem Monitoring Gempa Bumi BMKG.
Len Industri bersegera dalam merancang program quick wins 2020. Program ini salah satunya berupa penguatan produksi radar dan penguatan posisi perusahaan di pasar pertahanan, seperti menjadi lead integrator radar dan integrator naval combat system di Indonesia.
“Program quick wins 2020 juga difokuskan pada peningkatan kompetensi SDM, penguatan kondisi finansial perusahaan, optimalisasi program inovasi bisnis dan pengembangan produk/teknologi, serta penetrasi dan ekspansi bisnis,” pungkas Zakky.
