Subholding Gas Pertamina Layani Komersial di Bali Dengan CNG dan LNG
Menurut dia, biasanya perawatan dapur bisa satu bulan sekali. Namun dengan CNG, selama enam bulan terakhir, dapur tidak memerlukan maintenance, karena nyala api tetap stabil dan bersih. Alex juga mengutamakan penggunaan energi yang aman, sehingga CNG menjadi pilihannya.
Hotel tersebut memakai CNG yang disalurkan menggunakan cradle berkapasitas 60 meter kubik dan infrastruktur penunjangnya yaitu PRS (pressure reducting system).
Sementara, Conrad Hotel menjadi hotel pertama di Bali yang memakai LNG untuk kebutuhan dapur, boiler, dan obor yang disalurkan menggunakan LNG isotank berkapasitas 9.000 meter kubik.
“Pemanfaatan energi ramah lingkungan akan menjadi komitmen kami untuk melaksanakan operasi bisnis perusahaan yang berkelanjutan,” ujar Kevin Girard, selaku General Manager Conrad Hotel.
Agus Mauro, Owner SOL by Melia, mengatakan penggunaan energi bersih akan semakin meningkatkan okupansi hotel. “Untuk tamu kami yang european market, hal tersebut sangat berpengaruh,” ujarnya.
Kebutuhan LNG untuk dapur SOL disalurkan menggunakan microbulk berkapasitas 3.000 meter kubik.
Penetrasi pasar gas bumi di Bali juga diperkuat PT Gagas Energi Indonesia sebagai afiliasi Subholding Gas Pertamina.
Direktur Utama Gagas Muhammad Hardiansyah memperkirakan penyaluran CNG di Pulau Bali mencapai 3.000 meter kubik per bulan. Sedangkan, proyeksi penyaluran gas bumi di Bali bisa mencapai 250.000 meter kubik per bulan pada akhir 2022.
“Subholding Gas dan afiliasinya bersinergi untuk mengakselerasi pemanfaatan gas bumi dalam bentuk CNG maupun LNG melalui berbagai macam moda transportasi gas. Pengembangan infrastruktur tentunya terus dilakukan, karena kami ingin segera mengembangkan market di Bali yang sangat potensial,” ujarnya.


