SubholdingGas Pertamina Siap Majukan Bisnis Biometana
Menurut Heru, salah satu hasil pengolahan limbah cair pabrik minyak kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME) adalah dapat diolah menjadi biometana.
Di Indonesia, sebanyak 187,5 juta ton buah sawit mentah dapat menghasilkan 45 juta ton CPO dan 109,3 juta ton POME, yang dapat melepaskan metana ke atmosfer setara 36 juta ton CO2e.
“Potensi POME diusulkan untuk diolah menjadi biomethane yang pemanfaatannya dapat disandingkan dengan gas bumi. Biomethane dapat menjadi opsi EBT untuk menggantikan bahan bakar minyak dari fosil. Pengolahan POME membantu mengatasi permasalahan lingkungan, karena limbah cairnya dapat membahayakan lingkungan, jika tidak diolah dan dimanfaatkan dengan tepat,” jelas Heru.
Ia juga mengatakan total potensi biometana di Indonesia sebesar 195 MMSCFD yang meliputi Riau, Kalteng, Sumut, Kalbar, dan Sumsel.
Sementara, ada beberapa pabrik kelapa sawit di jalur pipa gas PGN Group di Sumatera yakni Aceh, Sumut, Riau, Kepri, Jambi, Sumsel, dan Lampung.
“Infrastruktur gas bumi PGN Group yang sudah ada siap digunakan untuk pemanfaatan biomethane, sehingga investasi tambahan tidak diperlukan untuk pengembangan infrastruktur baru,” lanjut Heru.
Dengan karakteristik setara gas bumi, biometana memiliki berbagai potensi penggunaan akhir yang juga mirip gas seperti bahan bakar kendaraan, generator listrik, dan pemanas. Selain juga, biometana memiliki emisi karbon yang rendah.
Menurut Heru, biometana menarik untuk investasi dalam jangka panjang ke depan. Apalagi, saat ini, banyak industri dunia fokus pada investasi bersih berbasis hijau.


