Ambisi Besar Bank Digital di Indonesia
BUMNINC.COM I Fenomena munculnya bank digital telah menjadi suatu keniscayaan. Perkembangan teknologi informasi yang telah mendisrupsi perkembangan industri finansial dengan merebaknya financial technology application (fintech) dalam beberapa tahun terakhir diikuti oleh gelombang kebutuhan munculnya bank digital. Singapura dalam kapasitas sebagai garda depan financial hub di ASEAN telah menjadi pelopor terbentuknya bank digital di Kawasan. Tren ini kemudian diikuti oleh banyak negara lain, termasuk Indonesia yang tidak ingin kehilangan kesempatan memanfaatkan peluang ini.
Apa itu bank digital? Secara umum definisi bank digital adalah bank yang beroperasi secara daring dimana tidak dibutuhkan adanya kantor-kantor cabang. Hal ini mensyaratkan perlunya kehandalan dan keamanan teknologi informasi yang dimiliki. Model operasi bank digital seperti ini memungkinkan entitas beroperasi secara efisien dan bisa menjual berbagai produk financial services secara bundling. Diharapkan efisiensi yang terjadi bisa menjadi stimulasi bagi aktivitas lending dan borrowing yang efisien oleh bank digital tersebut.
Kenapa bank digital dianggap punya prospek sangat baik ke depan? Seperti diketahui populasi ASEAN sekitar 650 juta penduduk belum sepenuhnya dilayani oleh perbankan konvensional. Data di 2017 secara umum penduduk dewasa yang dilayani perbankan baru di sekitar 60%. Sementara laporan dari Bain Consulting & Google (2019) menunjukkan prospek pasar digital yang relatif besar. Pada tahun 2025 diestimasikan produk online lending akan senilai US$ 92 miliar atau tumbuh empat kali lipat dibandingkan posisi di 2020.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mensyaratkan beberapa poin krusial untuk pendirian bank digital di Indonesia. Menurut OJK pendirian bank digital terbagi menjadi dua jenis. Pertama, pendirian bank baru sebagai fully digital bank, sehingga para investor dapat menyampaikan proposal kepada OJK. Kedua, transformasi bank existing menjadi bank digital, misalnya seperti Bank Jago yang sudah diakuisisi oleh kelompok Gojek atau Bank Kesejahtraan Ekonomi (BKE) yang sudah di take over oleh Shopee yang berinduk pada Sea Group Singapura. Ada juga berita misalnya PT Bank Central Asia Tbk yang akan mengkonversi Bank Royal menjadi bank digital.
