Bisnis Semester I BUMN Ini Terseok Pandemi Covid
BUMNINC.COM, Sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah merilis laporan keuangan pada semester I 2020. Banyak di antaranya yang secara kinerja anjlok akibat hantaman pandemi Covid-19, bahkan hingga berbuntut kerugian triliunan rupiah.
Menteri BUMN Erick Thohir sempat menyebutkan, hanya 10 persen perusahaan pelat merah saja yang masih bisa bertahan akibat pandemi ini.
“Sekarang 90 persen bisnis yang ada di BUMN kena Covid-19. Hanya ada 10 persen yang tidak terdampak),” kata Erick Thohir di Jakarta, Selasa (25/8).
Dilansir dari keterbukaan informasi, berikut ini BUMN yang telah merilis laporan keuangannya ke publik, dan mencatatkan angka penurunan bisnis sepanjang semester I tahun 2020.
1. Hutama Karya
Penurunan tajam pada bisnisnya terlihat dari laba bersih anjlok sebesar 95,83 persen. Secara nominal angka laba anjlok dari Rp 1,10 triliun pada semester I 2019 menjadi Rp 46,13 miliar pada periode yang sama. Terpuruknya laba bersih perseroan dipicu pembengkakan biaya keuangan, yakni dari Rp 148,90 miliar di semester I 2019 menjadi Rp 992,03 miliar pada 6 bulan pertama tahun ini.
Liabilitas atau utang perseroan secara tahunan atau year on year (yoy) juga membesar 20,70 persen menjadi Rp 82,90 triliun. Di sisi lain, pendapatan BUMN di sektor infrastruktur ini masih menguat tipis, dari Rp 7,75 triliun di semester I 2019 menjadi Rp 7,78 triliun di semester I 2020. Beban pokok pendapatan juga meningkat dari Rp 6,44 triliun menjadi Rp 6,58 triliun.
2. PLN
Penurunan tajam bisnis PLN menjadi sorotan tajam oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada rapat dengar pendapat (RDP) di Jakarta, Selasa (25/8). Perusahaan ini mengantongi laba bersih Rp 251,6 miliar di sepanjang semester I 2020. Jumlah tersebut terkikis 96 persen dari periode serupa tahun sebelumnya yang sebesar Rp 7,3 triliun.
Perseroan menyebut penurunan laba bersih akibat rugi selisih kurs Rp 7,79 triliun. Padahal sebelumnya, perusahaan berhasil memperoleh laba selisih kurs Rp 5,03 triliun. Sementara itu, PLN masih mencatatkan pendapatan dari penjualan listrik yang naik 1,5 persen (Rp 1,96 triliun) menjadi Rp 135,41 triliun.
Secara keseluruhan, PLN pada semester I 2020 membukukan pendapatan usaha Rp 139,78 triliun, meningkat 1,6 persen dibandingkan semester I 2019. EBITDA perusahaan tercatat senilai Rp 35,29 triliun dengan EBITDA Margin 21,4 persen.

