Bisnis Semester I BUMN Ini Terseok Pandemi Covid
3. Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II
Perusahaan pengelola bandara ini merugi di semester I 2020, PT Angkasa Pura I tercatat rugi Rp 1,16 triliun. Angka tersebut berbanding terbalik dengan periode serupa tahun sebelumnya, yang masih membukukan laba bersih Rp 719,27 miliar.
Menurut laporan keuangan yang dirilis PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Angkasa Pura I mengalami penurunan beban usaha 3,2 persen menjadi Rp 2,73 triliun.
Sementara itu, Angkasa Pura II merugi Rp 838,26 miliar pada semester I 2020. Pencapaian tersebut bertolak belakang jika dibandingkan pada semester I 2019, yang masih mencetak laba bersih Rp 363,17 miliar.
4. Garuda Indonesia
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengalami kerugian di semester I 2020, yakni sebesar USD 712,73 juta atau setara Rp 10,40 triliun (kurs Rp 14.600 per dolar AS). Kondisi ini berbanding terbalik pada semester yang sama tahun lalu, dimana maskapai masih memperoleh untung USD 24,11 juta.
Anjloknya laba bersih tersebut sejalan dengan turunnya pendapatan usaha untuk penerbangan berjadwal dan tak berjadwal, yakni dari USD 2,19 miliar di semester di 2019 menjadi USD 917,28 juta pada semester pertama tahun ini.
Utang perusahaan juga membengkak dari USD 3,74 miliar di paruh pertama 2019 menjadi USD 10,37 miliar di semester I 2020. Sementara arus kas Garuda Indonesia juga terpangkas hingga 48,6 persen menjadi USD 165,41 juta.
5. Pertamina
Catatan kerugian terbesar ditorehkan PT Pertamina (Persero) sebesar minus USD 767,92 juta atau sekitar Rp 11,28 triliun sepanjang semester I 2020. Angka ini berbeda jauh dengan Raihan laba bersih USD 659,96 juta pada semester I 2019.
Kerugian disumbangkan oleh anjloknya penjualan dan pendapatan usaha lainnya sebesar 24,7 persen, yakni dari USD 25,54 miliar menjadi USD 20,48 miliar.
Pendapatan perseroan semakin berkurang akibat pemerintah yang mengurangi setoran penggantian biaya subsidi ke Pertamina, dari sebelumnya USD 2,5 miliar menjadi USD 1,73 miliar.
Pertamina juga mengalami kerugian kurs USD 211,83 juta, yang berbanding terbalik jika dibandingkan dengan selisih kurs tahun lalu yang mengalami untung USD 64,59 juta. []

