Digitalisasi Proses Bisnis, Pertamina Berpotensi Efisiensi Sampai Rp2 Triliun Per Tahun
BUMNINC.COM I PT Pertamina (Persero) berupaya meningkatkan pelayanan di era digital dengan melakukan sejumlah inisiatif digitalisasi. Hal ini telah diimplementasikan dalam proses bisnis dari sektor hulu sampai hilir.
Menjelang hari jadinya yang ke-73, Pertamina, melalui VP Corporate Communication menjelaskan bahwa digitalisasi merupakan salah satu tren dunia yang tidak terhindarkan dan telah menyentuh berbagai sektor industri, termasuk industri migas dan energi.
“Oleh sebab itu, sebagai perusahaan energi nasional yang mengembang visi menuju kelas dunia dan sejalan dengan tema HUT ke 63 tahun yakni energize you, Pertamina sangat serius untuk menjalankan program digitalisasi di seluruh sektor bisnis secara simultan dari hulu, pengolahan, hilir serta sistem tata kelola perusahaan,” jelasnya melalui siaran tertulis pada Rabu (3/11/2020).
Impelementasi digitalisasi ini diterapkan Pertamina di berbagai sektor. Di sektor pelayanan publik, memasuki triwulan ketiga Pertamina melakukan instalasi dan integrasi sistem untuk 5.518 SPBU. Selanjutnya, Pertamina sedang memasuki tahap data entry dalam sistem dasbord SPBU yang telah mencapai 95% dan ditargetkan akan tuntas pada akhir 2020.
“Di sektor hilir, kami berkomitmen tinggi melayani energi nasional lebih baik dengan mewujudkan digitalisasi SPBU dan Terminal BBM sehingga dapat memantau ketersediaan dan ketahanan pasokan BBM di setiap wilayah, stok dan penjualan BBM serta transaksi di SPBU sekaligus dapat meningkatkan pengawasan penyaluran BBM Penugasan dalam satu sistem monitoring dasbord,”ujar Fajriyah.



