Digitalisasi Proses Bisnis, Pertamina Berpotensi Efisiensi Sampai Rp2 Triliun Per Tahun
Sementara itu di sektor pengolahan, Pertamina telah mengimplementasikan aplikasi digital dalam rangka mengatur penjadwalan pemeliharaan kilang yang sudah diterapkan di Kilang Balongan dan Kilang Dumai.
Ke depan, Pertamina akan memperluas aplikasi ini ke kilang lainnya yaitu Kilang Cilacap, Kilang Plaju dan Kilang Balikpapan. “Digitalisasi dapat membantu mempercepat pengambilan keputusan sehingga operasional menjadi lebih cepat dan efisien. Sistem digital yang dipasang di kilang Pertamina dapat mengoptimalkan jadwal pemeliharaan yang bertujuan menghindari terjadi downtime dan kinerja keselamatan kerja di lapangan,” imbuh Fajriyah.
Di sektor hulu yang menyumbang profit utama perusahaan, Pertamina juga telah melakukan transformasi digital dengan membangun Upstream Cloud dan Big Data Analytic, sebagai bagian dari optimasi penggunaan aplikasi Petrotechnical yang tersentralisasi dan terintegrasi.
“Di era industri 4.0, Pertamina akan melakukan transformasi digital secara terus menerus, karena langkah ini dapat berkontribusi terhadap nilai tambah perusahaan sebagai ujung tombak energi nasional. Melalui digitalisasi dalam proses pengadaan barang dan jasa, diprediksi Pertamina dapat memberikan kontribusi efisiensi terbesar, sekitar Rp 1,5 hingga 2 triliun per tahun,” pungkas Fajriyah. []



