Dirut Taspen Dituduh Selingkuh Hingga Kelola Dana Capres Rp300 T, Arya: Ranah Pribadi
Arya merinci anggaran itu terdiri dari dana obligasi pemerintah sebesar 70%. Sementara 30 persen lainnya terbagi atas 10% saham BUMN, dana investasi jalan tol dan reksadana.
“Benar Rp300 triliun itu adalah dana kelolaan Taspen, tapi 70% lebih adalah di obligasi pemerintah, hampir 10% itu di saham-saham BUMN, kemudian ada lagi mereka invest di jalan tol, kemudian mereka jg invest di reksadana yang di OJK,” kata dia.
Arya lantas meminta agar tidak mengaitkan dana investasi yang dikelola Taspen dengan sejumlah kasus yang ditudingkan kepada Kosasih.
