Fokus Baterai Kendaraan Listrik, Pertamina Turunkan Target Produksi Migas
BUMNINC.COM I PT Pertamina (Persero) yang tergabung dalam Indonesia Battery Corporation (IBC) bersama MIND ID, PLN, dan Antam akan berfokus untuk mengembangan eksosistem kendaraan listrik dengan mempercepat pembangungan baterai kendaraan listrik pada sektor intermediate. Pertamina pun saat ini terus mendorong pengembangan energi baru terbarukan atau EBT.
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengaku saat ini pihaknya pun merevisi target peningkatan kapasitas pengolahan minyak mentah dari proyek pengembangan kilang, dari yang mulanya ditargetkan meningkat menjadi 2 juta barel per hari (bph), kemudian dikoreksi menjadi hanya 1,425 juta bph.
Adapun kapasitas pengolahan minyak mentah (input) kilang minyak Pertamina saat ini baru sebesar 1 juta bph.
“Rencana pengembangan kilang ada perubahan, kami review kembali dengan pemerintah dorong ke renewable energy dan electric vehicle (EV) battery dan manufacturing. Pertamina align, dari target double capacity 1 juta bph saat ini lalu ditargetkan menjadi 2 juta bph, direvisi menjadi 1,425 juta bph,” kata Nicke dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi VII, Senin (31/05/2021).
Sebelumnya, Vice President Communication PT Pertamina (Persero) Fajriyah Usman mengatakan, perubahan target ini tak lepas dari adanya pandemi Covid-19 yang mempercepat tren bisnis yang ada.
“Kita mulai fokus meningkatkan kualitas lingkungan, mengurangi emisi karbon dan lain sebagainya. Makanya kita sedang mempersiapkan bahan bakar yang elektrik atau berbasis listrik. Apalagi resourches-nya sudah ada di Indonesia, karenanya Pertamina mempersiapkan untuk menjadi pemain utama dalam ekosistem kendaraan listrik, khususnya baterai listrik,” ujar Fajriyah Usman saat dihubungi Bumninc.com, Jumat (28/5/21).
Menuru Ziah, panggilan akrabnya, Pertamina dalam bisnis baterai listrik ini akan mempersiapkan ekosistemnya dari hulu ke hilir. “Jadi tidak hanya memproses tapi juga sampai ke tangan konsumen,” ucapnya.
“Pemerintah pun sudah menyiapkan beberapa peraturan untuk komersalisasi untuk pengisian listrik umum roda empat dan juga stasiun baterai penukaran slot baterai. Sehingga infrastruktur ini juga harus kita akselerasikan. Pertamina saat ini sudah on the track dalam pengembangan industri baterai listrik tersebut,” sambungnya.
Apa dampaknya bagi produksi BBM?
Ziah mengatakan, industri baterai listrik ini adalah suatu hal yang baru tapi akan pasti terjadi di masa depan. Oleh karena itu, lanjut dia, ke depannya Pertamina sudah menetapkan agenda transisi yang tertuang dalam rencana jangka Panjang (RJP) bahwa energi baru terbarukan menjadi masa depan bisnis Pertamina.


