Fokus Baterai Kendaraan Listrik, Pertamina Turunkan Target Produksi Migas
“Prediksi demand dari produksi minyak juga sudah kita prediksikan seperti apa,” ucapnya.
Meski begitu, Ziah menuturkan, pengembangan eksositem kendaraan listrik ini masih tetap paralel dengan pengembangan usaha di bisnis minyak dan gas dengan tetap mengacu pada prinsip green economic itu.
“Selain baterai listrik, Pertamina pun sedang menggalakkan biosolar menuju ke green energy tadi. Saat ini kita sedang jalan untuk B30 sejak 2019 kemudian D100 sudah ada di Dumai dan Pelaju, ini sudah jalan,” ujarnya.
Ziah pun memberikan bocoran bahwa mulai tahun 2022 Pertamina sudah dalam tahap finalisasi untuk investmen decision-nya terkait dengan kapasitas, market dan lainnya. “Mudah-mudah bisa selesai dalam tepat waktu. Saat ini kita sedang dalam tahap penjajakan keekonomian,” ucapnya.
Tantangan industri baterai
Ziah menyebut sedikitnya ada dua tantangan yang dihadapi dalam pembangunan ekosistem industri baterai listrik. Dia mengatakan pembangunan ekosistem industri baterai listrik secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, memiliki nilai investasi besar mencapai US$ 13 miliar hingga 17 miliar, dengan risiko teknologi yang tinggi dan pasar yang bergantung pada original equipment manufacturer (OEM).
“Pertama dari sisi teknologi. Kendaraan listrik adalah teknologi yang baru di Indonesia bahkan dunia. Semua orang berlomba-lomba bisa menciptkan teknologi yang efektif dan sesuai. Nantinya mungkin IBC akan berkolaborasi dengan provider maupun dengan pemain pemain industri lainnya,” ujar mantan President Director PT Elnusa Trans Samudera.
Untuk itu, menurutnya, Pertamina saat ini aktif menjalin relasi dengan badan penelitian pemerintah dan pengembangan, juga universitas-universitas khusunya akademisi-akademisi untuk memperkaya industri kendaraan listrik.
“Kedua, terkait dengan demand untuk masyarakat mulai beralih dari bahan bakar yang berbahan bakar konvensional ke bahan bakar listrik. Ini makanya perlu kampanye yang masif karena pasti adanya kontra dari sebagian masyarakat, namun lama lama masyarakat juga akan mengikuti tren tersebut di kemudian hari. Karenanya penyiapan infrastruktur pengisian baterai suatu kemutlakan agar masyarakat nyaman tanpa khawatir ketika kehabisan baterai,” jelasnya.[]


