MAKNA TAKE OVER BLOK MASELA
Bagaimana konsorsium baru akan memulai pembangunan blok masala ini ? Tahap pertama memang harus memastikan kepastian sisi buyer . Kemudian umur ekonomis dari masa konsesi blok ini. SKKMIGAS sudah setuju perpanjangan tambahan 7 tahun plus masa konsesi ke dua sepanjang 20 tahun ke depan , sehingga proyek in akan berjalan sampai dengan 2055.
Untuk kepentingan domestic maka beberapa pemain dalam industry strategis nasional seperti PLN dan Pupuk Indonesia harus menjadi prioritas. Kemudian jatah expor gas bisa dialokasikan kepada beberapa international buyer , termasuk pembeli dari Jepang. Jangan lupa sebagian pemegang saham Inpex adalah pemerintah Jepang sendiri plus investor besar seperti Nomura.
Berapa dana dibutuhkan sampai dengan blok Masela bisa mulai onstream di 2027 ?Keseluruhan biaya investasi (capex) diperkirakan bisa mencapai US$ 19,8 milyar. Ini diluar biaya operational expenditure (opex) . Biaya besar ini tentu perlu menjadi perhatian para shareholder proyek . Pertamina sendiri sudah mengalokasikan US$ 11 milyar untuk capex untuk periode 2022-2026. Ini tentu sudah sejalan dengan rencana Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai sub holding upstream mengalokasikan dana US$ 5,7 milyar untuk tahap awal pembangunan blok Masela. Tentu kita tidak meragukan kemampuan Inpex sebagai pemegang saham terbesar dan Petronas untuk memasok kebutuhan investasi pembangunan blok Masela ini
Bagaimana Pertamina akan memenuhi kebutuhan capec jumbo di Masela ini ? Selain dari alokasi capex yang sudah dianggarkan , maka rencana PHE untuk go public juga bisa menjadi alternatif penopang pendanaan lainnya. Rencana IPO PHE tentu cukup menarik karena market cap yang besar , ipderkirakan nilai pasarnya adalah US$ 20 milyar. Jadi kalau misal IPO sebesar 5 persen saja berarti setara 1 milyar dollar . Pertanyaan seberapa besar market bisa serap IPO dari PHE ini ? Kalau mengandalkan investor domestik mungkin tidak akan terserap seluruh nya , sehingga road show untuk book building dalam rangka memastikan adanya minat global investor menjadi penting.
Kita berharap pembangunan blok Masela akan segera terealisir sesuai plan of development (POD) tahap 2 yang sudah disetujui SKK MIGAS. Jadwal onstream di 2027-2028 akan berbarengan dengan beroperasinya berbagai blok migas lainnya di seluruh dunia , misalnya blok Papua Nugini . Jadi ketepatan waktu manajemen proyek akan sangat penting bagi semua pihak. Mudah-mudahan konsorsium baru blok Masela akan lebih serius dan tidak molor lagi dalam pembangunan proyek migas ini.
Toto Pranoto -Dewan Pakar BUMNINC
