Memangkas Tujuh Ratus BUMN, Menyisakan yang Berarti
Empat Kuadran, Empat Obat
Di sinilah BUMN INC. ingin menawarkan cara berpikir yang, menurut hemat kami, harus menjadi kompas Danantara: jangan perlakukan semua entitas dengan satu obat.
Bayangkan sebuah matriks sederhana dengan dua sumbu. Sumbu mendatar: sehat atau sakit secara keuangan. Sumbu tegak: strategis atau tidak bagi kepentingan negara. Dari sini lahir empat kuadran, dan masing-masing menuntut perlakuan yang berbeda.
Kuadran pertama: strategis dan sehat. Inilah jangkar negara: Pertamina, MIND ID, Himbara, Telkom, PLN, dan Pupuk Indonesia. Mereka tidak untuk dipangkas, melainkan diperkuat dan dijadikan induk holding sekaligus mesin dividen. Satu catatan: sebagian “kesehatan” mereka tahun ini ditopang berkah harga komoditas global akibat krisis geopolitik—Pupuk dan MIND ID menikmati windfall harga. Maka pertanyaan pengawasannya: berapa laba yang tersisa bila harga komoditas turun 20 persen? Jawaban itulah ukuran kematangan sejati, bukan nominal laba hari ini.
Kuadran kedua: strategis tetapi sakit. Ini kuadran paling berbahaya dan paling menuntut kesabaran. Contohnya Krakatau Steel dan Perumnas yang menanggung beban utang di atas Rp5 triliun. Mereka penting bagi negara, tetapi neracanya sakit. Godaan terbesar adalah menggabungkan mereka cepat-cepat ke perusahaan sehat agar “angka entitas” turun. Justru di sinilah kami mengingatkan: BUMN sakit yang akan dikonsolidasi harus direstrukturisasi keuangannya lebih dulu. Tanpa itu, ia menjadi virus yang menulari perusahaan sehat yang menerimanya. Bersihkan dulu, baru gabung—clean-up first, bukan merger absorpsi membabi buta.
Kuadran ketiga: sehat tetapi non-inti. Entitas yang menguntungkan tetapi bukan bisnis inti: aset hotel dan properti, unit perdagangan seperti Rajawali Nusindo, kawasan industri di luar fokus, atau unit jasa keuangan kecil. Untuk mereka, jalan terbaik bukan dipertahankan karena sayang, melainkan dilepas melalui divestasi, IPO, atau spin-off untuk merealisasikan nilai dan memfokuskan modal ke inti.

