Menuju Era Kendaraan Listrik, Siap Nggak? Siap Nggak? Siap Lah Masak Enggak
BUMNINC.COM I Tahukah Anda bahwa asap kendaraan bermotor berkontribusi sebanyak 60 persen terhadap polusi udara di Indonesia. Bahkan lembaga swadaya masyarakat Greenpeace mencatat, sejak 1 Januari 2020 angkat kematian dini akibat polusi udara di Indonesia mencapai lebih dari 9.000 jiwa.
Pertumbuhan kendaraan bermotor yang pesat di Indonesia dalam beberapa dekade terakhir juga menjadikan Indonesia masuk sebagai 15 besar penyumbang emisi CO2 di dunia dan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.
Di dunia Indonesia berada di posisi ke-14 dengan menyumbang 378 juta metrit ton gas CO2. Sebagai informasi ya, emisi gas CO2 ini merupakan salah satu faktor penyumbang terjadinya pemanasan global.
Itu kenapa pemerintah makin hari makin giat mengupayakan peralihan dari kendaraan berbahan bakar minyak menjadi berbahan bakar listrik.
Ini sejalan dengan strategi jangka panjang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang menyatakan Indonesia pasang target 2070 bisa mencapai netral karbon.
Nah terkait kendaraan listrik, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Taufiek Bawazier menegaskan bahwa dalam roadmap pembangunan kendaraan bermotor di Indonesia, pemerintah menargetkan produksi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai(KBLBB) pada tahun 2030 sebesar 600 ribu unit untuk kendaraan roda empat atau lebih dan 2,45 juta unit untuk roda dua.
Hanya saja transisi dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik tidak sesederhana itu. Apakah produsen kendaraan sudah siap memproduksi kendaraan listrik? Masyarakatnya siap belum untuk beralih? Lalu bagaimana pula dengan infrastruktur pendukungnya?
Apalagi industri otomotif Tanah Air masih mengandalkan produksi kendaraan berbahan bakar minyak atau fosil.
Untuk diketahui, industri otomotif berkontribusi besar pada perekonomian. Kemenperin mencatat, hingga saat ini ada 21 perusahaan kendaraan bermotor roda empat atau lebih dengan nilai investasi mencapai Rp71,35 triliun yang menyerap tenaga kerja sekitar 38.000 orang, dengan kapasitas produksi 2,35 juta unit per tahun.
