Menuju Era Kendaraan Listrik, Siap Nggak? Siap Nggak? Siap Lah Masak Enggak
Pemerintah Harus Beri Stimulus
Menurut Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, tumbuhnya industri kendaraan listrik sangat tergantung pada prinsipal masing-masing merek dan pasar domestik.
Sementara itu, Pengamat BUMN sekaligus Pengajar di Fakultas Ekonomi dan BIsnis Universitas Indonesia, Toto Pranoto menegaskan, pemerintah perlu menawarkan insentif dan subsidi bagi produsen kendaraan listrik.
Tak hanya bagi produsen kendaraan, pemerintah juga mesti menarik minat masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik.
Seperti diutarakan Ketua Institut Studi Transportasi (Instran), Darmaningtyas kepada tim redaksi BUMNINC.COM, agar pemerintah memberikan insentif kepada masyarakat agar mau pindah ke kendaraan listrik, misalnya dengan keringanan pajak sehingga harganya lebih murah.
Sebenarnya sudah ada beberapa produsen kendaraan yang sudah meluncurkan kendaraan listrik, baik roda dua maupun roda empat.
Misalnya pabrikan mobil asal Korea Selatan, Hyundai sudah meluncurkan mobil listrik Hyundai Ioniq EV di Indonesia. Hatchback five seater ini dibanderol mulai dari 624 juta sampai 665 jutaan.
Lalu PT Nissan Motor Indonesia juga sudah menghadirkan mobil hibrid pertamanya bernama Nissan Kicks e-Power tahun lalu. Mobil listrik ini dibanderol Rp449 jutaan.
Untuk kendaraan roda dua, Indonesia juga punya motor produksi dalam negeri alias diproduksi oleh perusahaan pelat Merah, Gesits namanya.
Motor listrik ini diproduksi oleh BUMN PT Wika Industri Manufaktur (WIMA). Nah WIMA merupakan perusahaan joint venture antara PT Wijaya Karya Iindustri dan kontruksi dengan PT Gesits Technologies Indo pada 2018.
Gesits generasi pertama meluncur pada ajang IIMS 2019 dan didistribusikan pada 2020. Motor yang dibanderol sekitar Rp27 jutaan ini banyak dipesan oleh kalangan korporat dan perusahaan.
Salah satu pejabat yang kepincut menggunakan Gesits sebagai kendaraan operasionalnya ialah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Kang Emil, begitu sapaan akrabnya bahkan sempat mengunjungi pabrik Gesits di Bogor.
Gak heran kalau Ridwan Kamil nafsu menggunakan Gesits, karena menurutnya dalam 10 tahun mendatang, Jawa Barat akan memberlakukan aturan yang mewajibkan populasi penggunaan kendaraan listrik mencapai 30 persen.
Menariknya, RIdwan Kamil bahkan memesan motor listrik produksi gesit dengan desain yang ia buat sendiri. Desain yang dibuat spontan oleh Kang Emil ini bergaya motor bomber.
Kalau kendaraannya siap, maka infrastruktur pendukungnya juga mesti disiapkan.
