Resiliensi Klaster BUMN Kesehatan Dalam Era Pandemi
Kebijakan Kementerian BUMN di akhir tahun 2020 telah menggabungkan beberapa rumah sakit perusahaan negara ini dalam holding RS BUMN dimana Pertamina Bina Medika (Pertamedika) telah ditunjuk sebagai induk dari holding rumah sakit ini.
Dalam konteks holding rumah sakit BUMN ini maka perlu digali sumber penciptaan nilai dengan cepat. Misal dari upaya efisiensi untuk menurunkan cost structure atau upaya konsolidasi dengan membuat spesialisasi atau diferensiasi, sehingga sisi revenue bisa meningkat.
Patut diingat bahwa pelayanan RS telah menjadi semacam industri. Karenanya penanganan RS dilakukan secara profesional.
Belum lama ini beberapa emiten RS swasta sebut saja, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) yang baru-baru ini ‘dicaplok’ emiten konglomerasi sektor teknologi, media dan kesehatan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK). SAME adalah pengelola Omni Hospitals. Aksi korporasi ini dimaksudkan untuk memanaskan mesin dalam rangka memacu kinerja perusahaan.
Sinergi klaster kesehatan menjadi kunci penting bagaimana perusahaan negara bisa berkontribusi optimal dalam menangani situasi pandemi saat ini . Proses Research & Development (R&D) terutama bisa dipusatkan di Bio Farma dan Kimia Farma.
Sedangkan aspek manufacturing obat dikonsentrasikan di grup KAEF (termasuk Phapros) dan INDF, distribusi dan sales di jaringan outlet KAEF. Layanan after sales yang masih belum terkonsolidasi harus segera diputuskan penanggung jawabnya.
Kolaborasi holding farmasi dan RS bisa diiplementasikan pada beragam aktivitas dalam meningkatkan value BUMN tersebut. Tahapan paling sederhana tentu dalam konteks pemanfaatan produk farmasi oleh rumah sakit.
Dalam staging yang lebih kompleks tentu kerja sama dalam R&D untuk inovasi obat farmasi baru yang bisa dikerja samakan oleh kedua belah pihak.
Badai pandemi masih berlangsung dengan kencang. Fasilitas kesehatan semakin sulit dalam melayani kebutuhan masyarakat. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak untuk mengatasi situasi ini. Salah satu harapan tentu pada holding BUMN farmasi dan rumah sakit untuk berkinerja semakin baik. Semoga bisa terwujud.
