KASUS KORUPSI PERTAMINA DAN PROBLEM GCG BUMN
Kejaksaan Agung menjelaskan, saat produksi kilang minyak sengaja diturunkan, produksi minyak mentah dalam negeri oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) juga sengaja ditolak dengan alasan spesifikasi tidak sesuai dan tidak memenuhi nilai ekonomis. Maka, secara otomatis bagian KKKS untuk dalam negeri harus diekspor ke luar negeri.
Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, PT Kilang Pertamina Internasional kemudian mengimpor minyak mentah dan PT Pertamina Patra Niaga mengimpor produk kilang. Harga pembelian impor tersebut apabila dibandingkan dengan harga produksi minyak bumi dalam negeri terdapat perbandingan komponen harga yang sangat tinggi atau berbeda harga yang sangat signifikan.
Kejaksaan Agung mengatakan, dalam kegiatan pengadaan impor minyak mentah oleh PT Kilang Pertamina Internasional dan produk kilang oleh PT Pertamina Patra Niaga, diperoleh fakta adanya perbuatan jahat antara penyelenggara negara, yakni subholding Pertamina, dengan broker.
Pertanyaan publik tentu bagaimana proses korupsi bisa berlangsung cukup lama (periode 2019-2023 ) tanpa bisa dideteksi? Padahal mekanisme pengawasan BUMN cukup berlapis, mulai dari Dewan Komisaris, auditor external baik Kantor Akuntan Publik (KAP) maupun auditor negara (BPK), serta laporan regular kepada pemegang saham termasuk ke Kementrian BUMN.
Dalam kasus korupsi ini mungkin sifatnya massif dan terstruktur, karena melibatkan unsur top manajemen BUMN tersebut mulai dari Direktur Utama, Direktur Operasi dan Direktur lainnya. Tentu bungkus korupsi ini sangat rapi sehingga memang agak sulit untuk dideteksi lebih awal .
Namun apa benar tidak bisa dideteksi oleh para pengawas? Fungsi Dewan Komisaris sebetulnya bisa optimal, kalau peran dari komite audit dan komite pemantau risiko yang menjadi organ pendukung dari Dewan Komisaris(Dekom) bisa dioptimalkan. Mereka punya kewenangan menggali data di dalam perusahaan maupun koordinasi dengan pihak eksternal terkait Tentu patut dipertanyakan kenapa fungsi pengawasan Dekom PT Pertamina ini agak lemah.
