KASUS KORUPSI TIMAH DAN PROBLEM GOOD CORPORATE GOVERNANCE BUMN
Dalam kasus korupsi ini, kemungkinan terjadi karena sifatnya massif dan terstruktur. Ada pelibatan unsur top manajemen BUMN tmulai dari Direktur Utama, Direktur Operasi, dan Direktur Keuangan sekaligus. Bungkus korupsi ini sangat rapi sehingga memang agak sulit untuk dideteksi lebih awal.
Namun apa benar tidak bisa dideteksi oleh para pengawas? Fungsi Dewan Komisaris sebetulnya bisa optimal, kalau peran dari komite audit dan komite pemantau risiko yang menjadi organ pendukung dari Dewan Komisaris bisa dioptimalkan. Mereka punya kewenangan menggali data di dalam perusahaan maupun koordinasi dengan pihak eksternal terkait. Karena itu, patut dipertanyakan kenapa fungsi pengawasan Dekom PT Timah Tbk ini lemah.
Demikian pula pertanyaan serupa untuk KAP pada periode korupsi tersebut, mengapa gagal mendeteksi kemungkinan fraud tersebut ? Apakah terdapat kelemahan dalam proses audit oleh KAP tersebut? Atau mereka hanya berpegang pada prinsip bahwa audit didasarkan pada data yang diberikan manajemen, sehingga kalau data yang diberikan kepada KAP sudah dimanipulatif, maka KAP bisa menyatakan tidak bertanggungjawab atas kejadian tersebut. Pihak Kejagung bisa didorong untuk melihat seberapa jauh akurasi laporan yang dibuat oleh KAP dalam kasus korupsi timah ini.
