Kinerja Positif Lembaga Keuangan Indonesia
BNI juga memiliki berbagai inisiasi besar untuk mengimplementasikan ESG. Komitmen BNI terhadap green financing ditunjukkan melalui penerbitan green bond senilai Rp5 triliun. Green bond ini terdiri dari dua series, series A dengan tenor 3 tahun sebesar Rp4 triliun dengan bunga 6,35%; dan series B dengan tenor 5 tahun dengan value Rp1 triliun dan bunga sebesar 6,85%. Seluruh dana yang diperoleh dari penerbitan ini akan digunakan untuk pembiayaan proyek atau bisnis yang eco-friendly, yang terkait dengan renewable energy, energy efficiency, waste processing, waste, water management dan lainnya. Saat ini, sekitar 28,5% total portofolio pembiayaan di BNI adalah pembiayaan berkelanjutan (sustainable finance portfolio) atau bernilai sebesar Rp182,9 triliun.
Dari sisi operasional BNI juga telah mendorong inisiasi pengurangan konsumsi energi untuk mendukung agenda pengurangan emisi, melalui inisiasi sertifikasi green building pada headquarter office, penggunaan solar panel dengan kapasitas 2.200 Watt dan juga efisiensi penggunaan listrik pada gedung-gedung utama BNI di DKI Jakarta.
BTN memiliki komitmen yang sama dalam mendukung sustainability melalui implementasi ESG. Pada tahun 2022, BTN menetapkan lima pilar utama Sustainable Finance, yang meliputi pilar produk, prosedur & kebijakan, sumber daya manusia, teknologi dan tanggung jawab lingkungan serta sosial. BTN juga memiliki program “BTN Ramah” yang menjadi penopang core business BTN di sektor pembiayaan perumahan dengan memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.
