Masa Depan BUMN Karya Tbk
Solusi pertama tentu perlu membedah beban berat struktur hutang perseroan dalam pembiayaan proyek infrastruktur pemerintah. Perlu dipikirkan ke depan supaya pembangunan infrastruktur ini sebaiknya menggunakan dana APBN saja. Kalau tetap dengan pola yang berjalan saat ini, di mana beban tersebut dialihkan ke BUMN Karya, maka diperkirakan sulit menjaga sustainibilitas perusahaan negara ini.
Solusi kedua terkait dengan isu restrukturisasi yang diusulkan Kementrian BUMN, di mana isu merger atau pembentukan holding BUMN Karya akan dijalankan. Langkah aksi korporasi baik berupa pembentukan Holding atau Merger BUMN Karya adalah keniscayaan seperti yang sudah dilakukan pada BUMN pengelola pelabuhan (Pelindo). Dalam arti, karena adanya banyak kesamaan line of business maka merger bisa menjadi alternatif meningkatkan daya saing BUMN Karya tersebut.
Bagaimana caranya?
Jumlah aset dan equity yang meningkat tentu bagus saat negosiasi dengan kreditur. Demikian pula spesialisasi setiap BUMN Karya ini bisa difokuskan sehingga bisa dihindarkan duplikasi (rebutan pekerjaan ), serta bisa sharing berbagai sarana pekerjaan yg memungkinkan meningkatnya efisiensi. Dari segi GCG pengawasan mustinya bisa lebih terfokus karena span of control pengawasan menjadi lebih pendek .
Dengan langkah merger misalnya maka duplikasi pekerjaan bisa dihindarkan. Masing-masing perusahaan legacy bisa fokus pada produk yg menjadi keunggulannya , sehingga terjadi spesialisasi. Misal WIKA bisa fokus pada bisnis EPC karena sudah punya pengalaman di renewable energi dan motor listrik. WSKT bisa fokus saja di konstruksi jalan tol. PTPP misalnya bisa fokus bisnis pada gedung dan property, dan lain-lain. Dengan model seperti ini maka perusahaan hasil merger ini diharapkan bisa lebih kuat.
