Pengembangan Sustainable dan Green Financing HIMBARA
Peran klaster jasa keuangan dalam memberikan kontribusi yang eksplisit terhadap perekonomian tercermin dalam Produk Domestik Bruto (PDB) pada sub sektor Jasa Perantara dan Penunjang Keuangan. Pada tahun 2021, klaster jasa keuangan memberikan kontribusi sebesar 70%, yang kemudian meningkat menjadi 71% pada tahun 2022. Peningkatan ini mencerminkan peran yang semakin krusial dalam dinamika perekonomian.
Untuk menjawab tuntutan pasar dan permintaan yang terus meningkat dari nasabah terhadap layanan keuangan digital, Mandiri, BRI, BNI, dan BTN mulai memprioritaskan pengembangan segmen digital banking. Hal ini bertujuan untuk mendukung transformasi digital mereka sebagai bagian integral dari upaya untuk menjaga bisnis agar tetap berkelanjutan.
Bank Mandiri berfokus pada pengembangan layanan digital untuk segmen retail dengan strategi inovatif. Mereka meningkatkan Super App Livin’ by Mandiri dengan fitur baru, mengintegrasikannya dalam ekosistem digital melalui SUKHA, dan memberikan kemudahan investasi terintegrasi. Langkah ini diikuti dengan ekspansi global Livin’ by Mandiri, memperluas layanan mereka ke lebih dari 118 negara. Livin’ telah diunduh 21,8 juta kali sejak diluncurkan pada Oktober 2021. Aplikasi ini menawarkan layanan perbankan komprehensif dan kontribusi positif pada Fee Based Income mencapai Rp 1.737 Miliar per Desember 2022. Penerapan strategi transformasi digital juga terlihat dari penurunan transaksi ATM, menurun dari Rp 208 Triliun pada 2021 menjadi Rp 197 Triliun pada kuartal IV 2022.
BRI berinovasi dalam layanan digital banking dengan peluncuran aplikasi BRImo di tahun 2019. Aplikasi ini memudahkan nasabah dan non-nasabah BRI untuk melakukan transaksi perbankan tanpa harus pergi ke kantor cabang, dengan fitur seperti pembukaan rekening yang mudah, login dengan sidik jari atau wajah, dan cek mutasi rekening hingga satu tahun ke belakang. BRImo juga menyediakan pinjaman online bernama CERIA, menjadikan BRI bank BUMN pertama dengan layanan ini. Transformasi digital BRI ini sukses mendapat respons positif, dengan pertumbuhan nilai transaksi finansial yang mencapai Rp 2.669 Triliun, jumlah transaksi sebanyak Rp 1,83 Miliar, dan pengguna BRImo melonjak 68,46% (YoY) menjadi 23,85 juta pengguna di tahun 2022.
BNI secara aktif menyesuaikan diri dengan perubahan dan tantangan melalui pengembangan produk digital berkualitas untuk berbagai segmen usaha, dengan tujuan meningkatkan pendapatan dan dana pihak ketiga secara berkelanjutan, sekaligus meningkatkan efisiensi melalui proses bisnis yang ter digitalisasi. Langkah ini juga sesuai dengan visi Sistem Pembayaran Indonesia 2025 dari Bank Indonesia yang mendorong transformasi digital dari awal hingga akhir, seperti pengembangan open banking, keterbukaan data, dan peningkatan sistem pembayaran untuk nasabah ritel. BNI menawarkan produk andalannya, seperti BNI Mobile Banking dan BNIDirect dengan fitur yang mudah disesuaikan dengan kebutuhan sehari-hari nasabah. Lebih dari 13,6 juta nasabah hingga tahun 2022 telah mengadopsi BNI Mobile Banking.
BTN melakukan percepatan pengembangan layanan digital, khususnya dalam transaksi ritel, melalui program akuisisi dan pemanfaatan BTN Mobile. Dampak positif dari program ini terlihat dari lonjakan jumlah transaksi digital banking sebesar 21% YoY, mencapai 178 juta transaksi, dan pertumbuhan volume transaksi menjadi Rp130 triliun atau tumbuh 29% YoY. Selain itu, BTN juga memperluas jaringan akuisisi EDC dengan memiliki 40.339 unit pada tahun 2022. Dalam mendukung transaksi digital, BTN juga melakukan ekspansi melalui aplikasi dan portal BTN Properti sebagai ekosistem perumahan digital, dengan 309 ribu anggota, 6.838 pengembang, dan 874 ribu stok rumah siap menjadi KPR pada tahun 2022.

