Pengembangan Sustainable dan Green Financing HIMBARA
Dari rata-rata keseluruhan perusahaan dalam klaster, tingkat profitabilitas menunjukkan tren yang positif pada tahun 2022. Net Interest Margin (NIM) meningkat dari 5,1% pada tahun 2021 menjadi 5,3% pada tahun 2022. Peningkatan NIM menandakan peningkatan efisiensi dalam menghasilkan pendapatan bunga relatif terhadap biaya dana. Rasio BOPO menunjukkan penurunan dari 78,0% pada tahun 2021 menjadi 69,0% pada tahun 2022, menandakan peningkatan efisiensi operasional pada klaster jasa keuangan.
Return on Assets (ROA) meningkat dari 1,6% pada tahun 2021 menjadi 3,0% pada tahun 2022, menandakan peningkatan profitabilitas dan efisiensi penggunaan aset. Peningkatan ROA disebabkan oleh peningkatan laba bersih dan peningkatan efisiensi dalam pengelolaan aset klaster. Return on Equity (ROE) juga mengalami peningkatan dari 11,3% pada tahun 2021 menjadi 15,3% pada tahun 2022, menandakan peningkatan efisiensi dalam penggunaan modal oleh klaster.
Indikator lain untuk menilai kinerja klaster adalah rasio keuangan utama. Kinerja aset klaster menunjukkan peningkatan, terlihat dari tren penurunan rasio Non-Performing Loan (NPL) dari tahun 2020 hingga 2022. Penurunan NPL menandakan bahwa klaster ini berhasil mengelola risiko kreditnya dengan baik, yang dapat mengindikasikan kualitas aset yang lebih baik dan keberlanjutan operasional yang stabil. Dilihat dari masing-masing bank, Bank Mandiri menonjol dengan NPL netto yang relatif paling rendah (0,26% di tahun 2022), sementara BTN memiliki NPL netto yang relatif paling tinggi (1,32% di tahun 2022).
Gambar 5: Non-Performing Loan (NPL), 2018-2022

Sumber: Laporan Tahunan 2022 Mandiri, BRI, BNI, dan BTN

