Quo Vadis Kinerja Holding BUMN
Kunci Keberhasilan Holding BUMN
Beberapa kunci keberhasilan holding BUMN dalam peningkatan value creation, sebut saja keberhasilan dalam pengelolaan post merger integration. Tahapan ini adalah periode krusial karena menyatukan aspek budaya perusahaan adalah pekerjaan cukup kompleks.
Demikian pula melakukan upaya standarisasi berbagai aspek fungsi manajemen memerlukan usaha yang luar biasa. Beberapa holding perusahaan negara ini jatuh bangun sebelum mendapatkan formula yang tepat dalam mengelola portofolio bisnis.
Kinerja banyak korporasi mengalami krisis sepanjang era pandemi Covid-19, termasuk perusahaan negara. Sebagaimana diketahui, nilai penjualan seluruh BUMN pada 2020 mencapai Rp1.842 triliun atau turun dibanding tahun 2019 yang mencapai Rp2.456 triliun.
Sementara itu, laba BUMN pada 2020 hanya mencapai Rp39 triliun, merosot tajam dibanding dengan laba pada 2019 yang mencapai Rp165 triliun.
Untungnya pada 2021 kinerja perusahaan BUMN mengalami kemajuan. Peningkatan laba BUMN pada 2021 terutama ditopang oleh membaiknya harga komoditas dunia.
Sementara dari sisi organisasi, terjadi perampingan jumlah BUMN yang eksisting. Dari 108 BUMN pada tahun 2020, pada semester I tahun 2022 berkurang menjadi 41 perusahaan. Pengurangan ini sebagian besar karena perubahan status menjadi anak BUMN (holding), proses merger (kasus Pelindo), serta likuidasi BUMN.
Holding BUMN diharapkan bisa segera berbenah untuk meningkatkan kinerjanya. Apabila proses ini sudah terlaksana, yang perlu dipikirkan berikutnya ialah membentuk perusahaan super holding BUMN seperti Temasek dan Khazanah. Dengan begitu harapannya pengelolaan holding bisa lebih terintegrasi.
Tentu BUMN yang fokus pada pelayanan publik dan tidak masuk dalam kelompok super holding ini akan tetap ada. Hanya saja, ke depannya terjadi model hibrida dimana kelompok yang berorientasi komersial masuk dalam kelompok super holding BUMN. Sedangkan kelompok BUMN yang produk atau jasanya bersifat strategis dan melayani kebutuhan hidup publik tetap eksis secara mandiri.
Kita berharap kinerja BUMN akan terus membaik seiring restrukturisasi yang terus berjalan, termasuk melalui model holding company.
Toto Pranoto-Dewan Pakar BUMNINC
