Strategi Waskita Karya: Kurangi Utang, Divestasi 9 Ruas Jalan Tol
BUMNINC.COM | PT Waskita Karya (Persero) Tbk. membahas dengan para investor dalam dan luar negeri terkait dengan divestasi sembilan ruas jalan tol milik perseroan.
Menurut Ratna Ningrum selaku SVP Corporate dari PT Waskita Karya berujar bahwa pihaknya telah menentukan beberapa skema divestasi sembilan ruas tol tersebut. Skema yang dimaksud Ratna diantaranya share swap, direct sell, dan penerbitan instrumen ekuitas.
Mayoritas jalan tol yang ditawarkan Waskita telah beroperasi. Ini menjadikan aset tol tersebut cukup menarik untuk ditawarkan kepada para investor maupun pemegang dana kesejahteraan sebutnya.
Ratna menambahkan bahwa aksi divestasi tersebut ditujukan agar dana segar datang ke perseroan. Lanjutnya, dana hasil divestasi akan digunakan untuk mengurangi utang dan beban bunga yang terkonsolidasi. Kemudian, perseroan dapat membuka proyek investasi lainnya.
Data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menunjukkan bahwa sembilan ruas tol yang akan didivestasi adalah jalan tol Medan—Kualanamu—Tebing Tinggi (Seksi 1—7), Kuala Tanjung—Tebing Tinggi—Parapat (Seksi 1—6), Cibitung—Cilincing (Seksi 1—4).
Selain itu, ada juga jalan tol Cinere—Serpong (Seksi1—2), Bogor—Ciawi—Sukabumi (Seksi1—4), Depok—Antasari (Seksi 1—3), Pemalang—Batang (Seksi 1—2), Batang—Semarang (Seksi 1—5), dan terakhir Krian—Legundi—Bunder—Manyar (Seksi 1—4).
Sementara itu, kepemilikan saham tertinggi berada di ruas Krian—Legundi—Bunder—Manyar atau 99,9 persen, sedangkan yang terendah pada ruas Depok—Antasari sekitar 25 persen. Total, Panjang jalan tol yang akan didivestasi oleh Waskita Karya adalah sekitar 483,53 kilometer.

