Dampak Perang Tarif Jilid Dua AS–China terhadap Daya Saing BUMN Indonesia
Keempat, penguatan infrastruktur dan logistik nasional dengan pendekatan klaster industri. BUMN di bidang infrastruktur harus dipacu untuk membangun ekosistem kawasan industri terintegrasi, sehingga relokasi pabrik global tidak hanya terjadi, tetapi juga berkelanjutan.
Kelima, reformasi tata kelola BUMN berbasis meritokrasi, transparansi, dan fleksibilitas korporasi. Studi McKinsey (“Global Corporate Performance Survey,” 2024) menunjukkan bahwa BUMN yang agile, transparan, dan berorientasi pada value creation cenderung lebih tahan terhadap guncangan geopolitik.
Pada akhirnya, perang tarif AS–China jilid dua akan menjadi pembeda antara negara yang mampu bertransformasi dan yang sekadar menjadi korban perubahan global. Bagi Indonesia, keberhasilan dalam memperkuat BUMN bukan hanya soal mempertahankan posisi ekonomi saat ini, tetapi menentukan apakah Indonesia akan menjadi pemain utama baru di dunia multipolar abad ke-21. Jalan ke depan menuntut keberanian untuk beradaptasi, bertindak cepat, dan berpikir jauh ke depan.
Dewan Pakar BUMNINC.COM Toto Pranoto
