Menakar Daya Tahan Pertamina
Karenanya upaya menggandeng global investor dibutuhkan untuk percepatan investasi pada sector ini termasuk memanfaatkan fasilitas yang ditawarkan Indonesia Souverign Wealth Fund.
Ke depan posisi sustainability Pertamina akan ditentukan bagaimana manajemen melakukan strategi extraordinary. Perang Rusia-Ukraina tidak ada pihak yang bisa memperkirakan kapan akan usai, sehingga Pertamina saat ini sudah sampai periode krisis.
Dibutuhkan model tough management. Disiplin anggaran menjadi kata kunci. Kemampuan networking dengan seluruh mitra perlu dioptimalkan untuk mendapatkan seluruh resources yang dibutuhkan. Pemerintah juga diharapkan bisa mempercepat proses pencairan subsidi untuk relaksasi pengelolaan keuangan Pertamina.
Diharapkan dengan langkah di atas Pertamina bisa tetap survive ke depan. Jangan lupa Pertamina di 2021 masih mampu meraih laba US$2,05 miliar atau setara Rp29,6 triliun. Semoga kinerja 2021 bisa jadi penyemangat Pertamina untuk terus bertahan dan bisa bertumbuh.[]
Toto Pranoto – Dewan Pakar BUMNINC



