Menata Ulang Bisnis Garuda dan Angkasa Pura
Bagaimana upaya perbaikan struktural dari pengelolaan bandara ke depan? Seperti diketahui pendapatan bandara terdiri atas pendapatan berbasis aeronautica dan pendapatan non aeronautica.
Selama ini kontribusi pendapatan aeronautica mendominasi pendapatan bandara Angkasa Pura. Ke depan upaya menggenjot pendapatan non aeronautica, seperti pemanfaatan ruang komersial bandara, serta menjadikan bandara sebagai sentra pertumbuhan ekonomi (aerotropolis) perlu ditingkatkan.
Upaya kerja sama yang akan dilakukan AP II melalui anak perusahaan PT Angkasa Pura Aviasi dengan investor global asal India yaitu GMR dalam revitalisasi bandara Kualanamu (KNO), dengan membentuk perusahaan joint venture (JV), kepemilikan AP Aviasi 51 persen, perlu mendapat perhatian serius.
Kerja sama operasi ini akan menelan capex sampai dengan 6 miliar dolar AS dimana setoran modal pihak GMR mencapai angka sekitar 1 miliar dolar AS. Masa konsesi yang diberikan pada JV pengelola KNO adalah selama 25 tahun.
Target yang dibebankan kepada JV ini adalah menjadikan KNO sebagai bandara hub internasional. Pihak GMR diharapkan bukan saja menyetor kapital, namun juga bisa membawa network akses pasar penumpang dari Asia Selatan serta menularkan knowledge dalam pengelolan bandara modern.

