Menata Ulang Bisnis Garuda dan Angkasa Pura
Kalau skenario ini berjalan mulus tentu keuntungan kepada grup AP II bisa dioptimalkan. Rencana kerja sama internasional dengan menarik strategic investor juga dilakukan AP I lewat rencana pengelolaan bandara Hang Nadim Batam dengan operator internasional yaitu Incheon asal Korea Selatan.
Di tengah keterbatasan kondisi keuangan BUMN dan Pemerintah akibat pandemi COVID-19 tentu memerlukan langkah terobosan supaya investasi yang dibutuhkan BUMN tetap berjalan.
Upaya menarik strategic investor seperti yang dijalankan Angkasa Pura bisa menjadi model alternatif. Hal yang perlu dijaga supaya corporate action ini mendapat dukungan publik adalah pengelolaan governance yang clear dan transparan.
Proses beauty contest pemilihan mitra strategis harus terbuka untuk publik. Harus dijaga bahwa tidak ada benturan kepentingan pihak manajemen dengan calon mitra strategis. Dan pilihan terbaik pada mitra strategis harus memperhatikan kriteria bonafiditas keuangan, kemampuan technology & knowhow, serta memiliki kapasitas meningkatkan akses pasar.
Diproyeksikan kondisi pandemi COVID-19 bisa segera ditanggulangi, dan awal 2022 kondisi ekonomi bisa berangsur normal sehingga bisnis transportasi udara juga bisa segera menggeliat. Diharapkan proses restrukturisasi di Garuda Indonesia dan Angkasa Pura mendapatkan hasil terbaik. Semoga.
Toto Pranoto-Dewan Pakar BUMNINC

