MISMANAJEMEN PENGELOLAAN DANA PENSIUN BUMN
Dalam konteks banyaknya kebocoran yang terjadi tentu timbul pertanyaan bagaimana kualitas pengawasan dari Dapen BUMN tersebut ? Dalam regulasi Dapen oleh OJK, disebutkan komposisi dewan pengawas Dapen BUMN terdiri dari unsur pengawas yang mewakili pendiri (pemberi kerja) dan juga unsur wakil peserta dan dapen yang bersangkuta. Tugas utamanya adalah mengawasi pelaksanaan Rencana Investasi Tahunan dan arahan investasi serta mengevaluasi kinerja investasi.
Kebocoran yang terjadi dalam pengelolaan Dapen BUMN mengindikasikan bahwa pola pengawasan tidak berjalan dengan efektif. Apa penyebabnya ? Terdapat beberapa kemungkinan diantaranya sistem kualitas pengawasan yang lemah, rendahnya kompetensi pengawasan yang dimiliki Dewas Dapen BUMN, atau bisa juga intervensi para pihak yang menyebabkan munculnya bad governance pegelolaan dapen BUMN .
Bagaimana solusi yang bisa ditawarkan untuk perbaikan kualitas pengelolaan Dapen BUMN ke depan?
Hal prioritas yang harus dikerjakan agar posisi Dapen BUMN lebih sehat maka pengurus Dapen harus diisi tenaga profesional yang qualified ,terutama sektor investasi. Memang mengelola investasi Dapen yang prudent akan berbiaya mahal. Point kedua supaya pengawasan OJK lebih ketat terhadap sisi compliance dan law enforcement ditegakan dengan serius. Hal ketiga adalah munculnya kebutuhan indikator early warning system di otoritas pengawas yang bisa mengantisipasi potensi kegagalan pengelolaan dana pension termasuk Dapen BUMN.
Apabila perbaikan pengelolaan Dapen BUMN bisa dilakukan dengan cepat, maka potensi Dapen BUMN sebagai salah satu alternatif pendanaan pembangunan nasional juga bisa semakin meningkat. Ide penggabungan pengelolaan Dapen BUMN dibawah Lembaga pengelola investasi professional bisa menjadi pertimbangan untuk direalisasikan. Sekali lagi prinsip tata Kelola yang baik dan transparan menjadi kata kuncinya.
Toto Pranoto – Dewan Pakar BUMNINC
